Menolak Direlokasi, Pedagang Pasar Barito Berunjuk Rasa di Depan Balai Kota

wp-block-group/wp-block-group
wp-block-group
wp-block-group__inner-container
/wp-block-group__inner-container
wp-block-heading

Menolak Direlokasi, Pedagang Pasar Barito Berunjuk Rasa di Depan Balai Kota

/wp-block-heading
wp-block-paragraph

Jakarta (WARTASULAWESI) 14 Oktober 2025 menjadi hari penuh ketegangan bagi Puluhan pedagang Pasar Barito yang menggelar unjuk rasa di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan atas rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merelokasi pedagang ke kios Sentra Fauna di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

/wp-block-paragraph
wp-block-heading

Latar Belakang Penolakan Relokasi Pedagang Pasar Barito

/wp-block-heading
wp-block-paragraph

Para pedagang Pasar Barito secara tegas menolak relokasi yang direncanakan oleh Pemprov DKI Jakarta ke Sentra Fauna Lenteng Agung. Penolakan ini tidak hanya berdasarkan kekhawatiran akan perubahan lokasi berjualan, tetapi juga kekuatan ikatan emosional dan historis para pedagang dengan pasar lama. Dalam aksi unjuk rasa, pedagang kompak mengenakan seragam merah dan membawa berbagai spanduk serta poster tuntutan mereka.

/wp-block-paragraph
wp-block-paragraph

Menurut cuplikan pernyataan Fahmi Akbar, kuasa hukum para pedagang, Pasar Barito sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan ekonomi dan sosial mereka. Relokasi dianggap akan mengganggu kelangsungan usaha yang sudah berakar kuat di pasar tersebut.

/wp-block-paragraph
wp-block-paragraph

Aksi ini tidak hanya ramai dengan pengunjuk rasa manusia, tetapi juga unik karena mereka membawa puluhan burung gereja dalam kandang sebagai simbol keberlangsungan usaha dan kehidupan di Pasar Barito.

/wp-block-paragraph
wp-block-heading

Peranan dan Reaksi Pemerintah Daerah

/wp-block-heading
wp-block-paragraph

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan rencana relokasi pedagang Pasar Barito sebagai bagian dari upaya penataan ulang kawasan pasar tradisional di Jakarta. Namun, keputusan ini gagal diterima oleh para pedagang yang merasa keberatan dengan lokasi yang dianggap jauh dan kurang strategis.

/wp-block-paragraph
wp-block-paragraph

Rencana relokasi ini menjadi masalah penting yang mengundang perhatian publik dan pemerintah daerah harus mempertimbangkan aspirasi masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama dalam pengambilan keputusan.

/wp-block-paragraph
wp-block-paragraph

Pengunjuk rasa juga menegaskan bahwa mereka telah membayar retribusi setiap bulan ke pemerintah, sehingga merasa berhak atas tempat berdagang yang lama dan menolak pemindahan tanpa kesepakatan mereka.

/wp-block-paragraph
wp-block-heading

Link Terkait dan Referensi

/wp-block-heading
wp-block-list

/wp-block-list
wp-block-paragraph

Situasi Penolakan dan demonstrasi serupa sering terjadi di berbagai pasar tradisional di Indonesia ketika pemerintah mengusulkan relokasi sebagai bagian dari program penataan kota untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan publik.

/wp-block-paragraph
wp-block-paragraph

Masalah ini menjadi ikhtisar penting dalam dinamika hubungan antara pemerintah dan masyarakat, terutama pedagang pasar, yang perlu didengar suaranya dalam proses pembangunan kota.

/wp-block-paragraph
wp-block-paragraph

Informasi terakhir dan perkembangan terbaru dapat diikuti melalui sumber-sumber resmi lokal dan nasional agar masyarakat mendapatkan gambaran lengkap dan transparan terkait isu relokasi pasar ini.

/wp-block-paragraph
wp-block-paragraph

Sumber: WARTASULAWESI, YouTube Channel resmi Warta Kota Production

/wp-block-paragraph
/wp-block-group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *