Dampak Cuaca Ekstrim di Minut, Pohon Jati Tumbang Tutup Jalan Russ Wori Likupang Berjam Jam

Minahasa Utara (WARTASULAWESI) – Cuaca ekstrim berupa hujan deras dan angin kencang mengguyur Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, Sabtu (6/12/2025) hingga Minggu dini hari. Hujan terus-menerus disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon jati tumbang yang menutup jalan utama di ruas Likupang Wori, tepatnya di Desa Darunu, Kecamatan Wori, Minggu (7/12/2025).

Dampak Cuaca Ekstrim di Minahasa Utara: Pohon Jati Tumbang Menutup Jalan

Bencana ini mengakibatkan akses jalan di ruas Likupang Wori tertutup selama lebih dari empat jam, mengganggu aktivitas masyarakat dan kelancaran lalu lintas dari Pandu Manado menuju Likupang dan sebaliknya. Kejadian ini dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut, Gerald Dotulong.

Penyebab dan Kronologi Kejadian

Menurut Gerald Dotulong, pohon jati tumbang disebabkan oleh kondisi cuaca yang ekstrim dengan hujan deras yang disertai angin kencang. Kejadian ini diketahui oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Minut pada pukul 10.47 WITA.

Lokasi kejadian berada di Desa Darunu, Kecamatan Wori, yang dikenal sebagai sebuah desa wisata dengan keunggulan berupa pantai indah, hutan mangrove, dan keanekaragaman bawah laut yang mempesona. Desa ini berjarak sekitar 60 km dari ibu kota Kabupaten Minahasa Utara dan 25 km dari Kota Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara.

Dampak dan Penanganan Bencana

Penutupan jalan menyebabkan kemacetan dan penghentian sementara transportasi darat di jalur strategis ini. Tim BPBD Minut dan instansi terkait segera melakukan evakuasi dan pembersihan pohon tumbang untuk mengembalikan akses jalan secepat mungkin.

Bencana pohon tumbang ini juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem yang kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Utara. Informasi lebih lanjut terkait potensi cuaca buruk dan mitigasi bencana bisa diperoleh melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang juga rutin mengeluarkan peringatan dini.

Peran BPBD Minahasa Utara

BPBD Minahasa Utara selalu siap siaga dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam. Secara berkala, mereka melakukan sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana untuk mengedukasi masyarakat agar lebih waspada dan tanggap terhadap bencana.

Bencana yang menimpa Jalan Likupang Wori ini juga pernah terjadi pada waktu sebelumnya, sehingga penanganan yang cepat dan koordinasi antar lembaga menjadi kunci penting agar gangguan transportasi dapat diatasi dengan tepat waktu.

Keindahan dan Potensi Wisata Desa Darunu

Selain menjadi wilayah rawan bencana alam, Desa Darunu di Kecamatan Wori juga dikenal sebagai tujuan wisata unggulan di Kabupaten Minahasa Utara. Dengan keindahan pantai dan ekosistem mangrove yang terjaga, desa ini menawarkan pengalaman wisata yang menarik bagi pengunjung lokal maupun wisatawan mancanegara.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai potensi wisata di daerah ini, pembaca bisa mengunjungi artikel terkait kami sebelumnya mengenai Pantai Saltim, Sulawesi Utara, yang menawarkan pengalaman serupa dengan pesona alam yang memikat.

Mitigasi Bencana dan Antisipasi Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem seringkali menjadi pemicu utama bencana alam seperti pohon tumbang, banjir, dan longsor. Oleh karenanya, mitigasi bencana menjadi hal yang esensial untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi, terutama di daerah rawan bencana seperti Sulawesi Utara.

Menurut Wikipedia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah, lembaga ini bertugas melakukan koordinasi dan penanggulangan bencana di tingkat daerah. Di Minahasa Utara, BPBD berperan penting dalam penanggulangan kondisi darurat seperti kejadian pohon jati yang tumbang ini.

Pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat, baik melalui sosialisasi maupun pelatihan kesiapsiagaan bencana, sangat menentukan efektivitas penanganan saat bencana terjadi. Untuk itu, pemerintah daerah terus meningkatkan kapasitas BPBD dan pelayanan kepada masyarakat.

Kesimpulan

Bencana yang terjadi di Minahasa Utara akibat cuaca ekstrem sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, terutama yang mengandalkan akses jalan utama seperti ruas Likupang Wori. Kejadian ini menjadi peringatan akan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Langkah cepat dari BPBD Minahasa Utara dalam menanggulangi pohon tumbang dan pemulihan akses jalan sangat diapresiasi dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi kondisi serupa.

Untuk pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam tentang mitigasi bencana dan cuaca ekstrem, dapat menelaah informasi yang kami sajikan di artikel kami sebelumnya mengenai peringatan dini cuaca ekstrem.

Sumber: WARTASULAWESI, YouTube Channel resmi Tribunnews Manado

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *