BPBD Minut Ingatkan Cuaca Ekstrem, 14 Pohon Tumbang dalam 3 Bulan & Sejumlah Ruas Jalan Rawan Longso

“\n

Minahasa Utara (WARTASULAWESI) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara (Minut) kembali mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayahnya sejak beberapa waktu terakhir. Pada Senin, 17 November 2025, Kepala Pelaksana BPBD Minut, Theo Lumingkewas, mengungkapkan bahwa tiga bulan terakhir menunjukkan peningkatan kejadian pohon tumbang yang cukup signifikan, yaitu sebanyak 14 pohon tumbang di berbagai wilayah.

\n\n\n\n

Cuaca Ekstrem dan Dampaknya di Minahasa Utara

\n\n\n\n

Peralihan cuaca di Kabupaten Minahasa Utara menghadirkan potensi hujan deras yang disertai angin kencang, kondisi ini telah menyebabkan beberapa insiden pohon tumbang yang mengganggu aktivitas lalu lintas dan menimbulkan kemacetan. Salah satu kejadian terkini terpantau pada Minggu, 16 November 2024, ketika pohon tram beso tumbang menutup badan jalan di Desa Treman, Kecamatan Kauditan, menyebabkan kemacetan sementara hingga petugas BPBD bersama warga dan Pemerintah Desa membersihkan lokasi tersebut.

\n\n\n\n

Pihak Polsek Kauditan turut membantu pengaturan lalu lintas agar arus kendaraan kembali lancar. Ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang dapat berdampak langsung pada keselamatan dan kemudahan mobilitas mereka.

\n\n\n\n

Potensi Longsor dan Daerah Rawan Banjir

\n\n\n\n

Berdasarkan data dari Badan Geologi Indonesia, dari 10 kecamatan di Minahasa Utara, semuanya memiliki potensi yang sama untuk pergerakan tanah atau longsor. Ruas jalan seperti Airmadidi ke Sawangan Tanggari, Sukut ke Likupang, dan Kokole termasuk titik-titik rawan longsor yang perlu diwaspadai pengendara, terutama saat hujan deras tiba.

\n\n\n\n

Selain itu, terdapat titik rawan banjir di wilayah pesisir seperti di zero point (tugu nol kilometer) yang kerap mengalami genangan air saat hujan deras. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tengah melakukan pengerjaan saluran drainase untuk mengurangi risiko banjir di daerah tersebut.

\n\n\n\n

Upaya Penanggulangan dan Peran BPBD Minut

\n\n\n\n

Kepala Pelaksana BPBD Minut, Theo Lumingkewas, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Gubernur, yang telah memfasilitasi pengerjaan saluran drainase sebagai upaya mengatasi genangan air. Ini merupakan bagian dari strategi penanggulangan bencana alam yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dan infrastruktur dari dampak buruk cuaca ekstrem.

\n\n\n\n

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi cuaca terkini dari BMKG maupun BPBD setempat. Sebagai langkah antisipasi, warga diharapkan segera melaporkan kejadian pohon tumbang atau kondisi jalan yang berpotensi membahayakan, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat untuk menjaga kelancaran dan keselamatan.

\n\n\n\n

Informasi terkait dan sumber daya tambahan

\n\n\n\n

Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai mitigasi bencana dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, dapat mengunjungi halaman resmi BPBD atau membaca artikel terkait di Warta Sulawesi yang membahas pengelolaan bencana seperti penanaman pohon untuk kelestarian lingkungan dan upaya strategis pemerintah daerah dalam mengurangi risiko bencana.

\n\n\n\n

Potensi longsor berkaitan dengan aspek geologi dan pergerakan tanah yang lebih lengkap dapat ditemukan di artikel Wikipedia tentang Longsor (Landslide).

\n\n\n\n

Selain itu, Warta Sulawesi juga sering mengunggah berbagai laporan dan peringatan dini cuaca ekstrem sehingga masyarakat selalu mendapat informasi terkini yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan sehari-hari.

\n\n\n\n

*Sumber: WARTASULAWESI, YouTube Channel resmi Tribunnews Manado*

\n”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *