AS-Turkiye-Suriah Tumpas ISIS Jelang Akhir 2025

Jakarta (WARTASULAWESI) – Menjelang akhir tahun 2025, dunia kembali mencatat momen penting dalam perang melawan terorisme global. Amerika Serikat (AS), Turkiye, dan Suriah bersinergi melancarkan operasi militer nyata untuk menumpas kelompok radikal Islamic State Iraq and Syria (ISIS), tepat di tengah perayaan Natal 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026. Cara ketiga negara ini mempersempit ruang gerak ISIS dalam rangka memperkuat keamanan regional dan internasional menjadi sorotan.

Sinergi Anti-Teror: AS, Turkiye, dan Suriah Melumpuhkan ISIS

Presiden AS, Donald Trump, melalui unggahan resmi di TruthSocial, mengonfirmasi bahwa ia telah memerintahkan serangan militer terarah yang mematikan ke markas ISIS di Nigeria. Langkah ini menunjukkan komitmen AS untuk menekan kelompok teror ini tidak hanya di Timur Tengah, tetapi juga di belahan dunia lain yang menjadi sarang ISIS.

Di sisi lain, Turkiye berhasil menggagalkan rencana serangan besar yang dirancang oleh ratusan anggota ISIS saat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Operasi ini sangat krusial mengingat Turkiye merupakan negara kunci yang berbatasan langsung dengan daerah rawan konflik di Suriah dan Irak. Keberhasilan Turkiye ini menunjukkan kematangan intelijen dan kekuatan pasukan keamanan mereka dalam menanggulangi ancaman teror.

Operasi Keamanan Suriah: Penangkapan dan Eliminasi Pemimpin ISIS

Kementerian Dalam Negeri Suriah melaporkan penangkapan seorang pemimpin senior ISIS di wilayah pedesaan Damaskus, Kamis (25/12/2025). Selain itu, dalam operasi yang sama, pihak keamanan Suriah berhasil menewaskan pemimpin ISIS lainnya. Langkah ini menandai keberhasilan Suriah dalam mengusir elemen-elemen teroris dari wilayahnya, sekaligus mempersempit jaringan ISIS di kawasan tersebut.

Menurut Wikipedia – Islamic State, ISIS adalah kelompok jihad global yang mengklaim wilayah di Iraq dan Suriah, sering kali melakukan aksi brutal dan terorisme terhadap negara-negara dan warga sipil. Oleh karena itu, penumpasan kelompok ini menjadi prioritas keamanan dunia.

Kontribusi Ketiga Negara dalam Menghadapi ISIS

Sinergi geopolitik antara AS, Turkiye, dan Suriah menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama antara negara-negara dengan kepentingan berbeda dapat menjalin aliansi kuat dalam melawan terorisme. AS menggunakan kekuatan udara dan kemampuan intelijen canggih, Turkiye memanfaatkan posisi geografis dan jaringan intelijen tanahnya, sementara Suriah fokus pada operasi lapangan langsung.

Pada tingkat regional, langkah ini erat kaitannya dengan dinamika keamanan yang sempat diberitakan dalam artikel-artikel terkait, misalnya penanganan dinamika politik global dan aksi militer intensif di kawasan Timur Tengah yang kami bahas dalam Trump telepon Putin usai Digeruduk Zelensky dan Pemimpin Eropa.

Strategi yang diterapkan dalam operasi gabungan ini dapat menjadi referensi bagi negara-negara lain dalam memerangi radikalisme dan terorisme. Sebab, tanpa adanya koordinasi dan aksi bersama, grup seperti ISIS dapat dengan mudah bangkit kembali dan memperluas pengaruhnya.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meskipun operasi-operasi ini berhasil menggagalkan sejumlah rencana serangan dan menumpas beberapa pimpinan ISIS, ancaman dari kelompok radikal ini tidak serta merta lenyap secara total. Dunia harus tetap waspada dan meningkatkan kerjasama intelijen serta operasi lapangan, termasuk melalui diplomasi internasional di forum seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam konteks ini, peran media massa dan lembaga edukasi sangat penting untuk menyebarkan pemahaman dan kesadaran tentang bahayanya ideologi radikal, serta pentingnya perdamaian dan kesatuan antarbangsa. Informasi dan analisis yang kami sajikan dapat membantu masyarakat memahami kompleksitas situasi dan berkontribusi pada upaya perdamaian.

Simak juga pemberitaan terbaru kami mengenai dinamika global lain yang berhubungan dengan keamanan dan politik internasional di kategori Pemerintahan & Politik.

*Sumber: WARTASULAWESI, YouTube Channel resmi Kompascom Reporter on Location*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *