Abu Dhabi (WARTASULAWESI) – Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab (UEA), mengukuhkan posisinya sebagai kota teraman di dunia selama sepuluh tahun berturut-turut menurut pemeringkatan dari Numbeo, platform statistik terbesar berbasis pengguna untuk data terkait kualitas hidup. Pengumuman ini mendapat liputan luas dari media lokal seperti Gulf News yang menyoroti tingkat keamanan di lebih dari 400 kota di 150 negara.
Abu Dhabi: Kota Teraman Dunia Selama Dekade
Menurut sumber resmi Wikipedia, Abu Dhabi bukan hanya pusat pemerintahan UEA, namun juga kota dengan perkembangan infrastruktur dan keamanan yang luar biasa. Selain menjadi markas bagi banyak investasi global dan pusat bisnis, Abu Dhabi dinilai unggul secara konsisten dalam kategori keamanan berjalan sendirian, baik di siang maupun malam hari.
Indeks Keamanan Global oleh Numbeo
Numbeo menggunakan data yang diperoleh dari jutaan pengguna untuk menilai berbagai aspek keamanan berdasarkan pengalaman langsung. Pemeringkatan tahun ini kembali menempatkan Abu Dhabi di posisi puncak, melewati ratusan kota lain di seluruh dunia.
Bagaimana Posisi Jakarta?
Dalam daftar yang sama, ibu kota Indonesia, Jakarta, juga tercatat dengan peringkat yang layak diperhitungkan. Meskipun Jakarta menghadapi tantangan khas kota besar berkembang seperti kemacetan dan kepadatan penduduk, adanya peningkatan sistem keamanan publik dan program-program keamanan yang diterapkan pemerintah Jakarta semakin memberi rasa aman bagi masyarakatnya.
Terkait dengan perkembangan tersebut, Anda dapat menemukan laporan terkait keamanan di Jakarta pada artikel pemerintahan kami seperti Komitmen Karang Taruna DKI Jakarta dalam Mengawasi Keamanan yang menyoroti peran aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban.
Faktor yang Mempengaruhi Keamanan Kota
Keamanan sebuah kota dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari penegakan hukum, tingkat kriminalitas, hingga kesiapan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar. Abu Dhabi secara signifikan memperkuat sistem pengawasan dan penegakan hukum dengan dukungan teknologi keamanan canggih. Hal ini sedikit banyak dikemukakan dalam strategi pencegahan kejahatan yang diterapkan di berbagai kota dunia.
Sementara Jakarta sedang berupaya memaksimalkan peran teknologi dan personel keamanan untuk menghadapi tantangan yang terus berkembang, termasuk gangguan keamanan dan sosial. Pengembangan sistem keamanan dan penerapan Siskamling modern adalah salah satu langkah yang sedang diupayakan.
Perbandingan Infrastruktur Keamanan Abu Dhabi dan Jakarta
Abu Dhabi menonjol dengan infrastruktur terintegrasi dan pemanfaatan kecanggihan teknologi seperti CCTV pintar dan patroli keamanan yang intensif. Sedangkan Jakarta telah merambah penggunaan aplikasi berbasis komunitas digital untuk meningkatkan kewaspadaan warganya, hal yang pernah dibahas dalam posting kami sebelumnya pada peran kelompok masyarakat dalam menjaga keamanan.
Meski tantangannya berbeda, keduanya menunjukkan upaya serius dalam memastikan keselamatan warganya. Kunci utama keberhasilan adalah sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Kesimpulan
Pemeringkatan Numbeo menggarisbawahi betapa Abu Dhabi berhasil menjaga kondisi kota tetap aman dan nyaman, menjadi contoh terbaik bagi kota-kota lain di dunia, termasuk Jakarta. Indonesia sebagai negara berkembang dapat belajar dari model keamanan yang diterapkan di Abu Dhabi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan keterlibatan masyarakat.
Untuk informasi terkait lainnya, Anda dapat membaca juga artikel terkait keamanan di Jakarta pada kategori Pemerintahan & Politik.
Sumber: WARTASULAWESI, YouTube Channel resmi Kompascom Reporter on Location