SH Sarundajang Jalan Provinsi di Kota Bitung, di Keluhkan Warga dan Rawan Kecelakaan

SH Sarundajang Jalan Provinsi di Kota Bitung, di Keluhkan Warga dan Rawan Kecelakaan

Bitung (WARTASULAWESI) – Jalan SH Sarundajang atau yang dikenal pula sebagai Jalan 46, sebuah jalan provinsi di Kota Bitung, Sulawesi Utara, kini menjadi sorotan akibat keluhan warga. Pada Selasa, 14 Oktober 2025, warga setempat mengungkapkan keresahan mereka terhadap kondisi jalan yang banyak berlubang dan rawan kecelakaan, terlebih di saat hujan.

Lokasi dan Fungsi Jalan SH Sarundajang

Jalan ini berada di Kelurahan Manembo-Nembo Atas, Kecamatan Matuari, Kota Bitung. Jalan tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan warga dengan Terminal Tipe A Tangkoko, Kampus STIE Petra Bitung, dan berbagai area lainnya yang ramai dilalui kendaraan bermotor. Dari fungsinya, jalan ini memiliki peran strategis sebagai akses sehari-hari warga Kota Bitung.

Menurut Wikipedia: Jalan Provinsi, jalan provinsi merupakan bagian jaringan jalan yang dikelola oleh pemerintah provinsi dan memiliki peran penting dalam menghubungkan antar daerah di suatu provinsi.

Keluhan Warga dan Kondisi Jalan yang Rusak

Pengamatan langsung di lapangan menunjukkan bahwa terdapat beberapa titik jalan berlubang yang cukup dalam. Lubang-lubang ini menjadi lebih berbahaya saat musim hujan karena genangan air menutupi lubang sehingga sulit terlihat oleh pengguna jalan. Kondisi ini sangat membahayakan khususnya bagi para pengguna sepeda motor.

Sebagai respon darurat, sejumlah warga setempat mencoba menambal lubang tersebut dengan menggunakan material seadanya seperti tanah dari sekitar lokasi. Namun, upaya tersebut hanya bersifat sementara dan tidak tahan lama, terlebih saat hujan mengguyur yang menyebabkan lumpur dan gundukan memunculkan kondisi jalan yang tidak rata dan berbahaya.

Dampak dan Potensi Kecelakaan

Banyak pengguna jalan yang menyatakan kekhawatiran mereka akan potensi kecelakaan di jalan tersebut. Salah seorang pengguna sepeda motor bahkan meluapkan kesalnya, “Huu… pe rusak lee ni jalang” yang berarti jalan sangat rusak. Hal ini mengindikasikan bagaimana warga sangat merasakan dampak langsung kondisi jalan yang buruk.

Warga lainnya bernama Rooroh Rompis menuturkan pengalamannya ketika melintasi jalan tersebut. Ia memperlambat kendaraannya dan berkomentar, “So boleh beking. So bukang rusak, mar so ancor skali koman ini,” sebagai ungkapan bahwa kondisi jalan tidak hanya rusak tetapi sangat parah dan membahayakan keselamatan.

Ketiadaan tanda atau penerangan yang menandakan titik-titik jalan rusak semakin memperbesar risiko kecelakaan, terutama saat malam hari. Keadaan ini menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan perbaikan. Perbaikan infrastruktur jalan sebelumnya telah menjadi topik penting di berbagai daerah dalam upaya menjaga keselamatan pengguna jalan.

Tuntutan dan Harapan Warga

Warga menuntut instansi terkait, khususnya dinas pekerjaan umum dan pemerintah provinsi Sulut, untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh pada Jalan SH Sarundajang agar tidak menimbulkan korban kecelakaan di masa mendatang. Kondisi jalan yang aman dan layak tentu menjadi hak dasar warga yang harus diperhatikan.

Selain itu, perbaikan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kelancaran transportasi di Kota Bitung, yang merupakan kawasan ekonomi penting di Sulawesi Utara. Merujuk kepada artikel kami sebelumnya tentang perbaikan infrastruktur transportasi, pentingnya penanganan jalan yang tepat menjadi kunci penghubung antar wilayah dan mendukung aktivitas ekonomi.

Kesimpulan

Kondisi Jalan SH Sarundajang di Kota Bitung yang rusak dan berlubang merupakan masalah signifikan yang mempengaruhi keselamatan dan mobilitas warga. Upaya sementara oleh warga tidaklah cukup untuk menjamin keamanan pengguna jalan. Penanganan serius dari pemerintah daerah dibutuhkan dengan segera untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan akibat kondisi jalan yang rusak.

Informasi dan langkah nyata terkait perbaikan jalan ini menjadi sorotan publik yang juga diharapkan mendapatkan perhatian serius dari pemangku kebijakan terkait demi keselamatan warga dan kelancaran aktivitas sehari-hari.

Sumber: WARTASULAWESI, YouTube Channel resmi Tribunnews Manado

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *