Manado (WARTASULAWESI) – Kota Manado kembali menjadi pusat perhatian dengan terpilihnya sebagai tuan rumah Multifinance Day 2025. Acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) ini berlangsung di Atrium Manado Town Square (Mantos) 3 pada tanggal 10 hingga 12 Oktober 2025, menghadirkan 29 perusahaan pembiayaan serta berbagai diler otomotif.
Peran Multifinance Day dalam Edukasi dan Pengembangan Ekonomi
Multifinance Day kali ini mengangkat tema “Pinjamlah Sesuai Kebutuhan Bukan Keinginan,” sebagai upaya edukasi literasi keuangan kepada masyarakat Sulawesi Utara. Ketua Umum APPI, Suwandi Wiratno, menegaskan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai perusahaan pembiayaan sebagai solusi keuangan yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.
Menurut Suwandi, dunia multifinance kini telah berkembang jauh dari sekadar pembiayaan mobil dan motor. Multifinance kini melayani berbagai kebutuhan seperti kredit modal usaha dan pengadaan peralatan usaha, termasuk layanan Paylater yang memungkinkan konsumen membeli barang dan membayar kemudian secara cicilan.
Kontribusi Multifinance terhadap Perekonomian Sulawesi Utara
Data per April 2025 mencatat total pembiayaan di Sulawesi Utara mencapai Rp 7.931 miliar atau sekitar Rp 7,93 triliun. Angka ini merepresentasikan 18 persen dari total pembiayaan di Pulau Sulawesi sebesar Rp 44.928 miliar. Hal ini menunjukkan peranan penting Sulawesi Utara dalam bidang pembiayaan multifinance, yang tidak hanya berdampak pada sektor otomotif tapi juga sektor usaha dan investasi.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menambahkan bahwa dunia multifinance di Indonesia telah menjalankan perannya selama lebih dari 50 tahun, melayani berbagai kebutuhan masyarakat secara luas.
Multifinance dan Transformasi Citra Pembiayaan
Dalam pandangan umum masyarakat, pembiayaan multifinance seringkali disamakan dengan leasing yang memiliki citra negatif. Namun, Suwandi Wiratno juga menegaskan upaya industri untuk mengubah persepsi ini, menjelaskan bahwa multifinance kini memberikan kemudahan pembiayaan investasi dan modal usaha dengan penggunaan jaminan seperti BPKB atau peralatan mesin produksi.
Hal ini sejalan dengan konsep multiplier effect yang dihasilkan oleh multifinance, di mana aset perusahaan pembiayaan di Indonesia telah mencapai lebih dari Rp 500 triliun hingga Juni 2025. Ditambah lagi, kolaborasi antara perusahaan finance dan perbankan menghasilkan aset total on dan off sheet melebihi Rp 1.800 triliun, memperkuat posisi multifinance sebagai tulang punggung perekonomian.
Menjaga Pertumbuhan dan Literasi Keuangan Melalui Event Multifinance Day
Multifinance Day bukan hanya wadah promosi produk dan layanan, tetapi juga merupakan media edukasi literasi keuangan yang vital. Acara ini mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya meminjam sesuai kebutuhan agar menghindari risiko keuangan yang tidak diinginkan.
Acara ini juga memperlihatkan kerjasama berbagai pelaku usaha pembiayaan dalam menyediakan akses pembiayaan yang lebih inklusif dan beragam di tengah masyarakat, sebuah langkah yang selaras dengan tujuan mendukung kemajuan ekonomi lokal dan nasional.
Tautan Terkait dan Referensi
Untuk informasi lebih lanjut tentang multifinance dan peranannya dalam ekonomi Indonesia, Anda dapat mengunjungi halaman Perusahaan Pembiayaan di Wikipedia. Selain itu, pembaca juga dapat menyimak artikel terkait di situs kami seperti perubahan harga beras dan dampaknya pada ekonomi sebagai tambahan referensi ekonomi lokal.
Sumber: WARTASULAWESI, YouTube Channel resmi Tribunnews Manado