Jakarta (WARTASULAWESI) – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengemukakan wacana strategis yang menyangkut pengembangan sistem transportasi massal di ibu kota. Pada tanggal 12 Oktober 2025, Pramono menegaskan rencana untuk memperpanjang jalur Light Rail Transit (LRT) Jakarta hingga menjangkau kawasan Jakarta International Stadium (JIS) dan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Langkah ini diharapkan oleh banyak kalangan dapat memperkuat jaringan transportasi publik di Jakarta, mengurangi kemacetan, dan mempromosikan penggunaan kendaraan umum.
Rencana Perluasan Jalur LRT Jakarta
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, mengonfirmasi bahwa perusahaan tengah menyelenggarakan kajian teknis dan ekonomi untuk proyek perpanjangan LRT. Kajian ini sangat penting guna memastikan kelayakan dan efisiensi proyek, dan fokus pada integrasi dengan moda transportasi lain seperti Transjakarta dan KRL Commuter Line.
Integrasi antar moda transportasi massal merupakan bagian dari strategi pemerintah DKI Jakarta untuk menciptakan sistem transportasi publik yang komprehensif dan memberikan kemudahan akses bagi para pengguna. Hal ini juga mendukung upaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang selama ini menjadi akar utama kemacetan di kota metropolitan ini.
Rute dan Wilayah yang Terjangkau
Wacana pemanjangan ini akan melebar ke wilayah Jakarta Utara, dengan jalur yang akan menghubungkan sejumlah lokasi strategis yaitu Velodrome, Kelapa Gading, Tanjung Priok, JIS, Ancol, hingga PIK 2. Dengan cakupan wilayah yang luas ini, LRT dapat memberikan jangkauan yang lebih optimal dan juga dapat menunjang aktivitas olahraga, perdagangan, dan rekreasi yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Adapun Jakarta International Stadium sendiri merupakan salah satu fasilitas olahraga ikonik di Jakarta yang terletak di Tanjung Priok dan baru-baru ini mendapatkan perhatian luas berkat kapasitas dan fasilitas modernnya. Informasi lebih lengkap mengenai stadion ini bisa ditemukan di Jakarta International Stadium – Wikipedia.
Kajian Teknis dan Ekonomi
Kajian teknis oleh Jakpro tak hanya meninjau aspek trase dan integrasi, tetapi juga memperhatikan dampak ekonomi, termasuk biaya pembangunan dan manfaat jangka panjangnya bagi masyarakat. Studi ini diharapkan akan selesai dan menjadi landasan utama bagi pengajuan rencana pembangunan kepada pemerintah pusat.
Sejalan dengan itu, rencana ini mengilustrasikan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta. Informasi terkait pengembangan transportasi publik dan perencanaan kota juga dapat dibaca lebih lanjut di situs resmi Warta Sulawesi – Pemerintahan & Politik.
Manfaat Perpanjangan LRT Jakarta
Perluasan rute LRT ke JIS dan PIK 2 diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas ke berbagai fasilitas publik dan area bisnis, serta mengakomodasi pertumbuhan urbanisasi dan aktivitas ekonomi di kawasan Jakarta Utara. Hal ini juga akan mengurangi beban pada jalur-jalur transportasi konvensional dan memberikan alternatif yang lebih nyaman dan cepat untuk masyarakat.
Secara keseluruhan, penambahan trayek ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan Jakarta yang lebih terintegrasi secara transportasi dan ramah lingkungan, sejalan dengan konsep smart city yang diusung oleh banyak kota besar dunia. Untuk insight transportasi lainnya, bisa juga disimak pada artikel terkait tentang proyek MRT di Jakarta.
Dengan berbagai persiapan matang yang tengah dilakukan, warga Jakarta dan sekitarnya bisa menantikan kemudahan akses dan mobilitas yang lebih baik melalui transportasi publik masa depan yang andal dan terintegrasi.
Sumber: WARTASULAWESI, YouTube Channel resmi Warta Kota Production