Kisah UI Beri Gelar Doktor Honoris Causa ke Kakek Kim Jong Un, Ada Peran Soekarno

Kisah Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa kepada Kim Il Sung oleh Universitas Indonesia

Pada tahun 1965, sebuah momen bersejarah tercipta ketika Universitas Indonesia (UI) menganugerahi gelar doktor honoris causa kepada Kim Il Sung, tokoh penting yang merupakan kakek dari pemimpin Korea Utara saat ini, Kim Jong Un. Acara penganugerahan ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dan menjadi saksi hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Utara yang unik dan penuh arti.

Peran Presiden Soekarno dalam Penganugerahan Bergengsi Ini

Presiden Indonesia saat itu, Soekarno, hadir langsung dalam acara penganugerahan gelar kehormatan untuk Kim Il Sung. Kehadiran sang proklamator tidak hanya menambah kehormatan dalam acara tersebut tetapi juga menjadi simbol persahabatan dan kerja sama antara kedua negara. Soekarno menyerahkan bunga anggrek sebagai hadiah, yang kemudian dinamakan Kimilsungia sebagai penghormatan kepada Kim Il Sung.

Makna dan Simbolisme Kimilsungia dalam Hubungan Indonesia-Korea Utara

Bunga anggrek Kimilsungia yang diberikan oleh Presiden Soekarno kepada Kim Il Sung memiliki makna simbolis yang mendalam dalam perjalanan hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Utara. Nama bunga tersebut merupakan gabungan dari nama Kim Il Sung, dan hingga kini bunga ini menjadi simbol persahabatan yang diabadikan lewat festival tahunan di Pyongyang, Korea Utara.

Simbol ini menunjukkan bagaimana diplomasi budaya dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antarnegara. Festival Kimilsungia menjadi acara penting yang selalu diperingati oleh Korea Utara sebagai bentuk penghormatan terhadap hubungan masa lalu dengan Indonesia, khususnya tokoh Soekarno yang memainkan peran besar pada saat itu.

Kontribusi Sosiopolitik dalam Konteks Sejarah

Pemberian gelar doktor honoris causa kepada Kim Il Sung oleh Universitas Indonesia mengandung nilai lebih dari sekedar gelar akademik. Ini merupakan refleksi dari dinamika politik global saat dekade 1960-an di mana negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Timur mulai memperkuat hubungan bilateral untuk kepentingan politik dan ekonomi. Soekarno yang dikenal dengan kebijakan luar negerinya yang aktif memainkan peranan penting dalam mempererat tali persaudaraan antar negara terbelah ideologi saat itu.

Lebih lanjut, konsep penganugerahan gelar kehormatan ini juga dapat dilihat sebagai bagian dari diplomasi kultural yang memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dan punya pengaruh dalam kancah internasional, khususnya dalam konteks negara-negara non-blok.

Referensi Terkait dan Tautan Kontekstual

Untuk memahami lebih lanjut tentang peranan universitas sebagai institusi pemberi gelar kehormatan serta konsep doktor honoris causa, pembaca dapat merujuk pada artikel-artikel berikut yang membahas sejarah pemberian gelar penghormatan dan hubungan diplomatik antara Indonesia dan negara lain.

Berita ini mengungkapkan aspek unik dari sejarah hubungan diplomatik Indonesia dan Korea Utara yang jarang diketahui publik. Pemberian gelar doktor honoris causa bukan hanya gelar simbolis, tetapi juga wujud konkret dari ikatan yang terjalin pada masa lampau, memperlihatkan dimensi sejarah yang menarik terkait Korea Utara dan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *