Jakarta (WARTASULAWESI) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini mengenang pesan berharga dari Meriyati Hoegeng, yang akrab disapa Eyang Merry, istri dari mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso saat dirinya melayat ke rumah duka pada Selasa, 3 Februari 2026. Eyang Merry yang telah meninggal dunia pada usia 100 tahun meninggalkan warisan kisah penuh inspirasi untuk institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Kenangan dan Pesan Berharga dari Eyang Merry
Jenderal Listyo yang juga dikenal sebagai pemimpin dengan kebijakan tegas, mengungkapkan bahwa Eyang Merry kerap memberikan pesan dan masukan yang membangun semangat seluruh anggota Polri untuk terus meneladani kiprah sang suami, Jenderal Hoegeng. Kiprah tersebut menjadi contoh ideal tentang integritas dan dedikasi dalam menjalankan tugas kepolisian.
Pesan dari Eyang Merry bukan hanya cerita masa lalu, melainkan dorongan terus-menerus untuk mempertahankan nilai-nilai luhur kepolisian yang bersih dan transparan, jauh dari praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, sebagaimana dikenal dari sosok Jenderal Hoegeng yang juga mendapat julukan The Cleanest Chief of Police di Indonesia.
Sosok Jenderal Hoegeng dan Teladan Kepemimpinan
Jenderal Hoegeng Iman Santoso dikenal di mata publik sebagai sosok yang membawa integritas tinggi dalam tubuh Polri di masa pemerintahannya. Ia dikenal menolak segala bentuk korupsi dan kolusi, menempatkan kepentingan rakyat dan negara di atas segalanya.
Pentingnya nilai-nilai moral dan etika yang dijunjung Jenderal Hoegeng juga diingatkan kembali oleh Kapolri Listyo kepada seluruh anggota Polri untuk menjadi fondasi dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Implikasi Pesan Eyang Merry untuk Polri Saat Ini
Pesan dan inspirasi dari Eyang Merry menjadi motivasi kuat bagi Polri dalam menghadapi tantangan modern yang kian kompleks. Penguatan integritas dan profesionalisme menjadi penekanan agar institusi kepolisian semakin dipercaya oleh masyarakat.
Konteks ini relevan dengan langkah-langkah reformasi Polri yang sedang berlangsung untuk mewujudkan Polri yang humanis dan bebas dari praktik negatif. Diharapkan, warisan nilai yang ditinggalkan Eyang Merry dan Jenderal Hoegeng dapat menjadi pijakan kokoh bagi generasi penerus kepolisian.
Untuk memperoleh pemahaman lebih dalam terkait reformasi dan integritas kepolisian Indonesia, pembaca dapat menyimak artikel kami pada tautan berikut: Catatan Hitam Polisi, Reformasi Polri Tak Sekadar Ganti Kapolri.
Mengenang Eyang Merry, Figur Inspiratif dalam Sejarah Polri
Meninggal di usia 100 tahun, Meriyati Hoegeng meninggalkan kisah perjuangan yang tak lekang oleh waktu. Sosoknya bukan hanya sebagai pendamping Jenderal Hoegeng, namun juga sebagai penjaga nilai dan tradisi integritas dalam institusi Polri.
Semasa hidupnya, Eyang Merry dianggap sebagai penjuru harapan dan pengingat akan pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan. Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa setiap cerita dan pesan yang disampaikan Eyang Merry selalu menumbuhkan semangat positif bagi seluruh anggota Polri.
Lebih jauh mengenai warisan dan sejarah kepemimpinan Jenderal Hoegeng dapat dipelajari di laman Wikipedia resmi: Hoegeng Iman Santoso – Wikipedia.
Selain itu, untuk berita terkini seputar kepemimpinan nasional dan kabar duka keluarga tokoh-tokoh besar di Indonesia, pembaca dapat mengunjungi kategori Pemerintahan & Politik di situs kami.
Sumber: WARTASULAWESI, YouTube Channel resmi Kompascom Reporter on Location