Jakarta (WARTASULAWESI) – Presenter dan pengusaha Vicky Prasetyo baru-baru ini meresmikan sebuah kedai kopi yang dibangun bersama empat wanita cantik, yakni Okie Agustina, Fiona Fachru Nisa, Wiwid Razak, dan Prima Pym. Usaha yang terletak di kawasan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini merupakan langkah terbaru Vicky dalam mengembangkan bisnis kulinernya dan sekaligus mencari kesempatan menemukan jodoh.
Awal Mula dan Konsep Bisnis Kedai Kopi
Menurut pengakuan Vicky Prasetyo, ide membangun kedai kopi ini berawal dari kebiasaan mereka berkelima yang sering nongkrong dan minum kopi bersama. Vicky mengatakan, “Daripada terus-terusan hanya ngopi, mendingan kami bikin usaha kopi sendiri.” Konsep kedai yang diusung adalah menyediakan kopi yang enak dengan harga merakyat, agar dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat.
Kerjasama dengan empat wanita ini tak hanya sebatas bisnis, melainkan juga didasari oleh keakraban dan hubungan persahabatan yang sudah terjalin lama antara mereka. Vicky bahkan menganggap mereka sebagai keluarga di luar pertemanan biasa. Pendanaan untuk bisnis ini juga berasal dari patungan bersama, dengan jumlah investasi yang mencapai ratusan juta rupiah.
Bisnis Kuliner di Indonesia: Peluang dan Tantangan
Bisnis kedai kopi merupakan bagian dari industri kuliner yang terus berkembang di Indonesia. Tak hanya sekadar minuman, kopi saat ini juga menjadi gaya hidup dan medium sosial bagi banyak kalangan terutama generasi muda. Dalam konteks ini, pelaku usaha lokal seperti Vicky Prasetyo mengambil kesempatan untuk menciptakan brand kopi yang unik dan terjangkau.
Menurut Wikipedia, kopi adalah minuman yang dibuat dari biji kopi yang diseduh dengan air panas. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia dengan keanekaragaman rasa dan jenis kopi dari berbagai daerah seperti Aceh, Bali, dan Papua.
Sebagai referensi bisnis di bidang kuliner, jangan lewatkan juga artikel kami sebelumnya mengenai bagaimana menjalankan bisnis kuliner yang sukses di tengah persaingan ketat yang dapat menjadi inspirasi bagi pengusaha pemula.
Manajemen dan Strategi Pemasaran Kopi Revolusi
Kedai kopi yang bernama Kopi Revolusi ini dibuka dengan modal patungan dari kelima pendiri, tanpa sponsor eksternal, yang menurut Vicky mencapai ratusan juta rupiah. Model pembiayaan mandiri ini memungkinkan kendali manajemen yang lebih penuh dan cepat dalam pengambilan keputusan.
Strategi penetapan harga yang merakyat menjadi salah satu keunggulan Kopi Revolusi. Hal ini menjawab kebutuhan konsumen yang mencari alternatif kopi berkualitas namun dengan harga terjangkau. Selain itu, kerjasama dengan empat wanita cantik yang akrab dengan Vicky juga menambah nilai sosial dan promosi natural dari komunitas mereka.
Harapan Pribadi di Balik Usaha Kopi
Tak hanya sekedar bisnis, Vicky Prasetyo juga menyampaikan harapan pribadi melalui usaha ini, yaitu menemukan pasangan hidup yang cocok. Ia menyadari bahwa banyak wanita yang suka ngopi, sehingga membuka peluang untuk berkenalan lebih luas di lingkungan usaha kopi yang dijalankan.
Fenomena memulai bisnis dari hobi bersama dan menemukan jodoh di tempat kerja bukanlah hal yang asing. Hal ini mencerminkan bagaimana bisnis dapat menjadi medium sosial yang efektif, lebih dari sekedar aspek ekonomi. Bagi yang tertarik dengan cerita dan perkembangan dunia bisnis selebritas, sebelumnya kami membahas kisah bisnis beberapa public figure yang inspiratif.
Kedai kopi Kopi Revolusi dibuka pada Sabtu, 22 November 2025, sebagai simbol semangat baru dalam berwirausaha yang mengedepankan kehangatan, kesederhanaan, dan kebersamaan.
Untuk mendapatkan informasi lengkap dan berita terbaru lainnya, kunjungi wartakota.tribunnews.com.
Sumber: WARTASULAWESI, YouTube Channel resmi Warta Kota Production